Tim Olimpiade Matematika Indonesia Tiba di Tanah Air

Thu, 08/01/2013 (All day)

Tangerang -- Tim Olimpiade Matematika Indonesia yang baru saja berlaga di ajang bergengsi International Mathematical Olympiad (IMO) di Santa Marta Kolombia tiba di tanah air, Rabu (31/7/2013). Tim IMO 2013 malam itu menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan direncanakan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Banten sekitar pukul 21.00 WIB.

Beberapa jam sebelumnya para penjemput sudah berkumpul di terminal kedatangan 2E, menunggu siswa-siswi Indonesia yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa. Orang tua, keluarga, dan teman-teman para peserta IMO menunggu dengan sabar kedatangan tim IMO 2013. Tampak hadir di antara para penjemput Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar.

Pukul 21.30 WIB pesawat yang ditumpangi tim IMO mendarat dengan mulus. Sambutan meriah langsung ditujukan kepada siswa-siswi berprestasi tersebut dan para pembimbingnya. Di ajang olimpiade matematika internasional tersebut Indonesia menyabet satu emas, satu perak, dan empat perunggu. Enam siswa yang dikirim ke ajang tersebut semuanya berhasil membawa pulang medali.

Harris Iskandar menyatakan rasa bangganya kepada Tim IMO 2013 yang untuk pertama kalinya berhasil mempersembahkan emas di ajang bergengsi tersebut. "Hebat, luar biasa, akhirnya kita dapat emas," ujar Harris. Sebagai bentuk apresiasi pemerintah, kata Direktur Pembinaan SMA, Kemdikbud menyediakan beasiswa hingga jenjang S3 baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri kepada peraih medali emas. "Beasiswa hingga S2 untuk peraih perak dan S1 untuk peraih perunggu," katanya menambahkan.

Peraih medali emas Stephen Sanjaya sangat bersyukur dan bangga bisa mempersembahkan medali yang bergengsi tersebut. "Bersyukur dan bangga bisa meraih emas, karena saingan sangat berat, terutama tim China," ujar siswa yang sudah diterima di National University of Singapore tersebut. Ditanya tentang cita-citanya, Stephen dengan mantab mengatakan ingin menjadi guru besar. "Ingin menjadi profesor matematika, dan mengabdi untuk Indonesia," kata siswa yang tinggal di Kebon Jeruk tersebut dengan tegas. (NW/JS)